WHO MOVED MY CHEESE?

Who Moved My Cheese?

 

Semoga masih betah untuk baca ulasan saya tentang buku yah..hehe. Kali ini saya ingin mengulas buku yang baru saja saya baca yaitu berjudul Who Moved My Cheese? Buku ini merupakan hasil karya Spencer Johnsons. Pada sampul buku ini tertulis “cara jitu menghadapi lika-liku perubahan dalam kehidupan dan pekerjaan”, sehingga sudah bisa dipastikan ya bahwa buku ini bisa dikategorikan sebagai buku pengembangan diri yang bertujuan agar kita mampu mencapai keberhasilan hidup.

 

Apa yang membuat saya memutuskan untuk membaca buku ini?

 

Sejujurnya sejak saya belum lulus kuliah, saya sudah tertarik untuk membaca buku Who Moved My Cheese? Hal pertama yang membuat saya tertarik adalah karena buku ini termasuk buku best seller. Hal lain yang juga menarik perhatian saya adalah karena pada sampul buku ini menjanjikan bagaimana cara kita beradaptasi terhadap perubahan. Tentu kita semua tahu bahwa perubahan merupakan hal yang pasti dalam hidup ini meskipun terkadang kita tidak menginginkan perubahan tersebut.

 

 

Apa yang saya rasakan setelah membaca buku ini?

 

Jika kamu menginginkan buku yang dapat memotivasi kamu dalam beradaptasi terhadap perubahan hidup yang seringkali tidak mengenakkan, saya merekomendasikan buku Who Moved My Cheese? untuk kamu baca. Saya merekomendasikannya karena buku ini mampu memberikan kamu pencerahan tanpa bertele-tele dalam menyampaikannya. Justru buku ini akan membuat kamu merasa terhibur dengan gaya penyampaiannya.

 

Pernahkah kamu membaca buku Kisah 1001 Malam yang terkenal tersebut? Kalau sudah dan kamu menyukainya, selamat yah karena buku Who Moved My Cheese? juga memiliki gaya penyampaian seperti itu. Di buku ini, sang penulis menggunakan tokoh Michael untuk menuturkan hikayat yang sarat moral kepada teman-temannya. Hikayat tersebut layaknya fabel yang menggunaan hewan dan kurcaci yang dapat berbicara seperti manusia. Hewan dan kurcaci tersebut yaitu Sniff dan Scurry sebagai tikus serta Hem dan Haw sebagai kurcaci.

 

Tokoh-tokoh di dalam hikayat tersebut, sebenarnya mewakili sifat-sifat yang dimiliki manusia saat dihadapkan oleh perubahan. Tokoh Sniff memiliki sifat mawas dalam mencium perubahan, Scurry memiliki sifat cekatan dalam bertindak, Haw memiliki sifat hanya mau beradaptasi terhadap perubahan jika sudah yakin perubahan tersebut baik untuknya, dan Hem memiliki sifat mengingkari penolakan karena takut perubahan tersebut memiliki dampak buruk untuknya. Dalam hikayat tersebut, kita akan melihat siapakah diantara mereka yang pada akhirnya dapat beradapatasi dengan perubahan yang tidak mengenakkan sehingga bisa meraih keberhasilan.

 

Sampai pada paragraf ini, tentu kamu sudah bisa menebak siapa yang dapat lolos dari jerat perubahan hingga mampu mencapai keberhasilan, bukan? Tapi jangan merasa underestimate dulu dengan buku Who Moved My Cheese? ya, karena gaya penuturan Spencer Johnsons sebagai seorang penulis menurut saya bisa diacungi jempol karena bisa membuat kita terbawa dengan emosi yang dirasakan oleh Hem, Haw, Sniff, dan Scurry saat berjuang mendapatkan kembali keju mereka di dalam labirin yang suram. Pada akhirnya, kita akan merasa tergugah untuk mencontoh perilaku positif yang ada di dalam buku ini sehingga mampu meraih keberhasilan hidup.

 

Hal lain yang saya sukai pada buku Who Moved My Cheese? yaitu pada bagian akhir buku ini diceritakan bagaimana Michael dan teman-temannya mendiskusikan cerita tersebut. Diskusi bergulir secara santai dengan menyelipkan kasus-kasus yang menimpa mereka. Pada akhirnya terlihat bahwa teman-teman Michael sepakat bahwa perilaku Scurry dan Sniff adalah perilaku yang produktif. Untuk itu, mereka setuju untuk mengaplikasikannya baik untuk kehidupan profesional maupun kehidupan asmara mereka.

 

Akhir kata, menurut saya buku Who Moved My Cheese? cocok untuk dibaca mulai dari anak sekolah menengah atas hingga kalangan profesional karena gaya penyampaiannya sangat ringan seperti sedang membaca dongeng sebelum tidur namun dibalik itu mengandung pesan moral yang sangat esensial. Yuk, mari dibaca dan ceritakan pada saya bagaimana penafsiran kamu terhadap buku ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *